Pasang Iklan Gratis

Mobil asal China kembali jadi sorotan usai patahnya as roda belakang

  Insiden terlepasnya roda belakang kendaraan Jaecoo J5 EV di kawasan K.H. Mas Mansyur, Jakarta Pusat, kembali menyoroti persoalan keselamatan komponen kendaraan asal China, yang sebelumnya juga terjadi pada Chery Omoda 5 di Malaysia dan BYD Atto 1 di Jakarta.

"Kejadian pagi ini 4 Nov jam 8.20 sebelum flyover KH, Mas Mansyur. Bisa patah gitu rodanya jaecoo J5," tulis pemilik akun Threads @chrisappleb, Rabu.

Cuplikan video yang diunggah dan mendapatkan respons like sebanyak 4,9 ribu, komen 1,3 ribu dan sudah dibagikan sebanyak 497 itu menjadi viral di jagat media sosial.

Satu unit Jaecoo J5, terlihat berhenti di tepi jalan dengan roda kanan belakang terlepas dari kendaraan. Sejumlah komponen lain yang diduga bagian dari bodi belakang juga terlihat terpisah.

Hingga berita ini diterbitkan, tim dari Jaecoo Indonesia belum memberikan respons kepada ANTARA atas kejadian yang dialami oleh kendaraan berplat biru itu.

Peristiwa itu mengingatkan pada kejadian Chery Omoda 5 di Johor Bahru, Malaysia, pada 6 Oktober 2026.

Dalam insiden tersebut, rangkaian as roda belakang beserta kedua roda terlepas dari kendaraan dan ditemukan berada di belakang mobil.

Kasus tersebut kembali menjadi perhatian karena Chery Omoda 5, yang juga pernah mengalami persoalan serupa pada 2024.

Saat itu, investigasi Chery Malaysia mengidentifikasi kesalahan kalibrasi mesin pengelasan pada pemasok sebagai penyebab masalah komponen as roda belakang.

Sebanyak 60 unit produksi Agustus 2023, terdampak dan menjadi bagian dari penanganan perusahaan.

Sementara itu, insiden kejadian serupa juga dialami oleh pemilik BYD Atto 1 di kawasan Ring Road Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada 2 November 2026.

Kendaraan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada as roda belakang kanan, setelah sebelumnya menabrak pembatas jalan.

Pengemudi menyebut, mobil masih dapat berjalan sekitar satu hingga dua kilometer setelah benturan sebelum roda terlepas.

BYD Indonesia melalui tim purnajual, mengaku telah berkoordinasi dengan pemilik kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ketiga kejadian tersebut melibatkan kendaraan dari pabrikan berbeda. Karena itu, kesamaan bentuk kerusakan belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan adanya persoalan teknis yang sama.

Pemeriksaan komponen, kronologi benturan, serta hasil investigasi masing-masing pabrikan diperlukan untuk memastikan penyebab insiden dan menentukan langkah penanganan terhadap kendaraan yang terdampak.

0 Response to "Mobil asal China kembali jadi sorotan usai patahnya as roda belakang"

Posting Komentar