Prabowo bicara ‘Ubi Bombing’, warga Cirebon ini sudah 20 tahun bikin pemadam api dari kulit singkong
Presiden Prabowo Subianto tengah menyoroti inovasi pemadam api berbahan olahan singkong di tengah isu kebakaran hutan dan lahan.
Namun, jauh sebelum istilah 'ubi bombing' mencuat, seorang warga Cirebon ternyata telah mengembangkan pemadam api berbahan kulit singkong sejak awal 2000-an.
Dia adalah Aryanto Misel (71), inovator asal Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.
Di tangan Aryanto, kulit singkong yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah diolah menjadi bahan pemadam api yang dikemas dalam bentuk bola maupun tabung.
Bentuk bola pemadam itu sekilas terlihat sederhana.
Bola berbalut styrofoam tersebut justru menjadi bagian menarik dari inovasi yang diberi nama Annaro Fire Stop.
Saat digunakan dalam demonstrasi, bola dilemparkan ke dalam tong yang sedang terbakar.
Beberapa detik kemudian, bola tersebut pecah dan menyebarkan serbuk pemadam hingga api di dalam tong padam.
Aryanto menjelaskan, bola tersebut berisi serbuk berbahan dasar ekstrak kulit singkong.
“Itu sebetulnya kan dibungkus dengan styrofoam. Nah, styrofoam itu di dalamnya serbuknya terbuat dari kulit singkong,” ujar Aryanto saat berbincang dengan media, Kamis (27/8/2026).
Menurut pria yang lahir pada 30 Agustus 1955 itu, kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemadam karena mengandung kalium sitrat atau potasium sitrat.
Zat tersebut, menurut penjelasannya, menjadi salah satu bagian dari formulasi bahan pemadam yang dikembangkannya.
Lantas, mengapa bola tersebut dapat pecah hanya dalam hitungan detik ketika dilemparkan ke sumber api?
Aryanto mengatakan, di dalam bola terdapat mekanisme pemicu yang berfungsi memecahkan wadah sekaligus menyebarkan serbuk pemadam.
“Kenapa kok dilempar bisa langsung meledak dalam hitungan 8 detik? Karena di dalam styrofoam tadi saya pasang petasan di situ. Petasan ini saya kasih sumbu. Jadi sumbunya itu begitu tersentuh api, dia langsung meledak,” ucapnya.
Menurut dia, mekanisme tersebut bukan dimaksudkan sebagai bahan utama untuk memadamkan api.
Fungsinya adalah memecahkan wadah agar serbuk pemadam yang berada di dalamnya dapat tersebar ke area yang terbakar.
“Fungsi petasan tadi untuk memecahkan dan menyebarkan serbuknya tadi,” jelas dia.
*Bukan Menutup Oksigen*
Aryanto menyebut, cara kerja bahan pemadam buatannya berbeda dengan anggapan bahwa api harus dipadamkan dengan cara menutup sumber oksigen.
Menurutnya, bahan tersebut bekerja dengan memutus mata rantai reaksi pembakaran.
“Cara kerjanya bukan untuk menutup oksigen. Cara kerjanya memutus mata rantai reaksi pembakaran itu tadi,” katanya.
Selain dibuat dalam bentuk bola, Aryanto juga mengembangkan pemadam api berbentuk tabung seperti APAR.
Pada model tabung, serbuk kulit singkong dimasukkan ke dalam tabung dan diberi tekanan menggunakan nitrogen.
“Kalau yang tabung, dimasukkan serbuk kulit singkong, lalu diberi tekanan menggunakan nitrogen, bukan oksigen. Kalau oksigen masih mengandung air dan pasti menggumpal,” ujarnya.
Aryanto menjelaskan, nitrogen digunakan agar serbuk tidak mudah menggumpal sekaligus memberikan tekanan untuk mendorong bahan pemadam keluar dari tabung.
*Dikembangkan Sejak 2000-an*
Yang membuat inovasi ini semakin menarik, Aryanto mengaku temuannya bukan barang baru.
Dia mengatakan, penelitian dan pengembangan pemadam api berbahan kulit singkong tersebut telah dilakukan sejak awal 2000-an.
“Itu kalau bicara penemuan dari tahun 2000-an ya. Tahun 2000-an,” ucap Aryanto.
Dalam perjalanan pengembangannya, Aryanto mengaku resep temuannya sempat dibeli oleh pihak Jepang.
Menurut dia, peristiwa tersebut bermula ketika dirinya menceritakan inovasi tersebut kepada orang Jepang saat berada di Bali.
“Begitu saya cerita di Bali sama orang Jepang, akhirnya resep itu dibeli dan diproduksi di Jepang,” jelas dia.
Aryanto menyebut, pembelian resep dan lisensi tersebut berlangsung sekitar 2010.
“Itu kurang lebih tahun 2010,” katanya.
Meski demikian, Aryanto mengatakan, dirinya kemudian meminta izin untuk kembali memproduksi inovasi tersebut.
Menurut dia, izin tersebut diberikan sehingga hingga kini produksi masih dapat dilakukan secara mandiri.


0 Response to "Prabowo bicara ‘Ubi Bombing’, warga Cirebon ini sudah 20 tahun bikin pemadam api dari kulit singkong"
Posting Komentar