Pasang Iklan Gratis

Chelsea-nya Liam Rosenior makin ambyar, tim Enzo Maresca lebih bagus

 Setelah hampir 4 bulan ditangani Liam Rosenior, Chelsea berada dalam kondisi yang lebih buruk dibandingkan waktu masih dilatih Enzo Maresca.

Pada 1 Januari lalu, Chelsea berpisah dari Maresca, pelatih yang membawa mereka menjuarai UEFA Conference League dan Piala Dunia Klub pada musim 2025-2026.

Secara terbuka, mantan gelandang asal Italia itu mengecam manajemen klub.

Maresca antara lain menganggap Chelsea menghalang-halangi dia memasarkan dirinya sendiri waktu ingin menerbitkan buku.

Sang juru taktik juga kecewa The Blues tidak merekrut bek tengah baru setelah Levi Colwill mengalami cedera ACL pada pramusim.

Perselisihan berkembang semakin jauh di mana Maresca sampai menolak memakai baju klub dan memilih mengenakan pakaiannya sendiri saat mendampingi tim.

Chelsea akhirnya mendepak Maresca dengan secara resmi menyebut kesepakatan dicapai bersama oleh kedua belah pihak.

"Dengan target masih bermain di 4 kompetisi termasuk kualifikasi ke Liga Champions musim depan, Enzo dan klub percaya sebuah perubahan akan memberikan peluang terbaik bagi tim untuk kembali ke trek," demikian isi pernyataan Chelsea ketika itu.

Maresca meninggalkan Chelsea dengan Si Biru berada di peringkat 5 klasemen Liga Inggris, sudah lolos ke semifinal Piala Liga Inggris, dan menempati posisi ke-13 di klasemen Liga Champions.

Chelsea kemudian memilih Liam Rosenior sebagai pengganti Enzo Maresca.

Awalnya Rosenior terlihat seperti akan mampu membawa The Blues tampil lebih baik ketimbang saat dibesut Maresca.

Dia membawa tim menang 4 kali beruntun di Premier League lalu selalu menang di 2 laga sisa fase liga UCL.

Namun, Chelsea kemudian kalah 2 kali dari Arsenal di semifinal Piala Liga Inggris.

Setelah itu Chelsea ambyar dengan tidak pernah menang dalam 3 laga Premier League.

Memasuki Maret, situasinya semakin buruk bagi klub juara Liga Inggris 6 kali itu.

Mereka tampil memalukan saat menghadapi PSG di babak 16 besar Liga Champions.

Delapan bulan setelah membantai Paris SG 3-0 di final Piala Dunia Klub 2025 dengan dilatih Maresca, Chelsea keok 2-5 dan 0-3 di babak 16 besar UCL bersama Rosenior.

Krisis bertambah dalam dengan melihat performa di kancah domestik.

Rosenior memang membawa Chelsea lolos ke semifinal Piala FA.

Namun, hasil itu didapatkan The Blues dengan kondisi mereka selalu bertemu tim dari divisi bawah Liga Inggris dari babak ketiga sampai perempat final, yakni Charlton Athletic, Hull City, Wrexham, dan Port Vale.

Di Premier League, Chelsea kini selalu kalah dalam 5 pertandingan terakhir.

Parahnya, dalam 5 laga tersebut, Enzo Fernandez dkk. gagal mencetak gol!

Terbaru, Selasa (21/4/2025), mereka disikat tuan rumah Brighton & Hove Albion dengan skor 0-3.

Chelsea tidak membuat satu pun shot on target untuk membalas gol-gol Ferdi Kadioglu di menit ke-3, Jack Hinshelwood (56'), dan Danny Welbeck (90+1').

Sebelum ini, Si Biru dikalahkan Newcastle United 0-1, Everton 0-3, Man City 0-3, dan Man United 0-1.

Performa Chelsea bersama Liam Rosenior terbukti lebih buruk jika dibandingkan saat Enzo Maresca masih melatih.

Chelsea sekarang turun ke peringkat 7 klasemen EPL karena digeser oleh Brighton.

Peluang lolos ke Liga Champions musim depan semakin berat karena The Blues sudah defisit 7 poin dari posisi kelima.

Bersama Rosenior, Chelsea total menjalani 25 pertandingan dengan 11 kali menang, 3 kali seri, dan 11 kali kalah.

Persentase kemenangannya hanya 44% dan jika semua hasil itu dikonversi ke perhitungan poin seperti liga, The Blues hanya memperoleh rata-rata 1,44 poin per pertandingan.

Selama dilatih Maresca pada musim ini, Chelsea menang 14 kali, imbang 7 kali, dan kalah 7 kali dalam 28 pertandingan.

Itu berarti persentase kemenangan mencapai 50% dan rata-rata mendapatkan 1,75 poin per partai.

0 Response to "Chelsea-nya Liam Rosenior makin ambyar, tim Enzo Maresca lebih bagus"

Posting Komentar