Ketua Komisi X DPR kutuk peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengutuk peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
"Diserang dengan air keras oleh orang yang tidak bertanggung jawab adalah sesuatu yang tidak layak untuk diterima, ataupun ancaman-ancaman lainnya," kata Hetifah dalam diskusi bertajuk Smart Journalism di Jakarta.
Hetifah yang juga mantan aktivis itu mengakui upaya untuk menyuarakan hak-hak dari masyarakat itu pada saat ini masih menghadapi suatu risiko yang sangat besar.
Menurut dia, para aktivis maupun jurnalis merupakan pilar utama demokrasi yang harus dilindungi.
"Mohon doa dari kita sama-sama agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan," ujarnya.
"Saya ingin menyampaikan keprihatinan saya atas peristiwa yang menimpa sahabat kita Andrie Yunus, aktivis KontraS," ucap Hetifah Sjaifudian.
Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.
Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.37 WIB tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.
Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.
0 Response to "Ketua Komisi X DPR kutuk peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus"
Posting Komentar